Banyuwangi Barat – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat melakukan pengawalan khusus terhadap kegiatan Mahasiswa Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang melakukan penelitian observasi lapangan terhadap implementasi sistem tumpangsari tanaman kopi (Coffea sp.) dan pinus (Pinus merkusii) dalam kawasan hutan RPH Krikilan BKPH Kalibaru pangkuan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bhakti Rimba, pada Senin (06/04/2026).
Kepala Perhutani (Administratur) KPH Banyuwangi Barat melalui Asisten Perhutani (Asper) Kalibaru, Ruspandi Tsalasa mengatakan bahwa dalam pengelolaan hutan lestari berkelanjutan (sustainable) yang dilakukan Perhutani harus memenuhi manfaat kelestarian lingkungan hidup (planet).
“Selanjutnya adalah dalam pengelolaan hutan tersebut harus melibatkan masyarakat untuk sosial kemasyarakatan (people) yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan (profit) sebesar-besarnya bagi masyarakat disekitar hutan dan perusahaan, ” jelas Ruspandi Tsalasa.
“Penanaman kopi dalam kawasan hutan Perhutani melalui sistem agroforestri atau pola tumpangsari di bawah tegakan hutan (tanaman pokok) yang melibatkan masyarakat sekitar hutan yang merupakan kerjasama antara Perhutani dengan LMDH skema Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) untuk budidaya kopi tanpa merusak fungsi ekologi hutan, ” tegasnya.
Muhammad Damas Tri Atmaja, Mahasiswa Kehutanan IPB yang melakukan penelitian di LMDH Bhakti Rimba berkesempatan melaksanakan kegiatan observasi lapangan terhadap implementasi sistem tumpangsari tanaman kopi (Coffea sp.) dan pinus (Pinus merkusii) sebagai bagian dari upaya mewujudkan skema PHBM antara Perhutani dan LMDH.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pengelolaan hutan produksi berbasis kolaborasi serta integrasi bersama masyarakat, dalam pelaksanaannya dengan pengamatan langsung terhadap aspek teknis budidaya, meliputi teknik penanaman kopi, teknik penanaman pinus, serta proses penyadapan getah pinus sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai tahapan operasional di lapangan serta pola pengelolaan yang diterapkan, ” terang Damas.
“Selama kegiatan berlangsung, saya didampingi oleh Kepala RPH (KRPH) Krikilan serta Mandor Sadap Pinus yang memberikan arahan, penjelasan teknis, serta informasi kontekstual terkait pelaksanaan kegiatan di lapangan, ” tuturnya.
Mantri Hutan (KRPH) Krikilan, Susanto mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dengan kedatangan dari Mahasiswa IPB yang melakukan penelitian diwilayah kerjanya, ini sebagai bukti kepedulian Perhutani terhadap civitas akademika yang berkomitmen untuk memberikan sumbang sih terhadap pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani dalam hal ini pemanfaatan hutan di bidang agroforestry.
“Hal ini selaras dengan Implementasi Tata Nilai AKHLAK Perhutani Group Kolaboratif yaitu terbuka dalam bekerjasama dengan memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi untuk tujuan bersama, ” ujar Susanto.

Salsa